Apa itu Skrining HIV Mandiri?
Selama ini kita mengenal untuk pemeriksaan HIV harus dilakukan di layanan kesehatan seperti puskesmas atau rumah sakit yang memiliki klinik VCT (Voluntary Counseling and Testing). Dimana pemeriksaan HIV yang dilakukan di klinik VCT menggunakan alat tes yang diharuskan mengambil sampel darah.
Layanan klinik VCT tentunya memiliki beberapa keterbatasan. Beberapa di antaranya yang sering dijadikan alasan beberapa orang yang belum bisa memanfaatkan layanan ini adalah:
- Jam layanan yang terbatas sehingga beberapa orang yang terkendala dengan waktu tidak bisa memanfaatkan layanan klinik VCT.
- Menggunakan sampel darah sehingga beberapa orang yang fobia jarum atau darah takut memeriksakan status HIVnya di layanan klinik vct.
- Perasaan malu atau takut mengunjungi layanan klinik vct apabila nanti dilihat orang. Ini akibat dari stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan hiv dan layanan VCT dikenal sebagai tempat memeriksakan status HIV. Dan masih banyak lagi alasan lainnya tentang klinik vct.
Apa dan Bagaimana OFT itu?
Skrining HIV Mandiri dengan alat OFT saat ini yang tersedia di Indonesia dengan merk OraQuick adalah pengujian mandiri diagnostik in-vitro untuk hiv (hiv-1 dan hiv-2) dalam cairan oral. Pengujian ini bekerja dengan mendeteksi antibodi alami tubuh kamu yang membantu melawan infeksi. Hasil reaktif hanya berfungsi sebagai pengujian awal dan untuk memastikannya kamu perlu mengunjungi fasilitas kesehatan untuk melakukan tes hiv.
Jika Sudah Menggunakan Alat Ini, Berarti Kita Tidak Perlu Melakukan tes HIV?
Tetap perlu. Saat ini kebijakan dari kementerian kesehatan hanya mengenal tes hiv untuk menegakkan diagnosa HIV. Sehingga untuk menyebut seseorang memiliki status HIV positif atau negatif tetap harus melakukan tes HIV di layanan kesehatan.
Skrining HIV sendiri bertujuan untuk mempermudah tahap awal untuk memastikan langkah selanjutnya di layanan kesehatan.
Seberapa Akurat Alat Skrining Ini?
Berdasarkan laporan dari WHO, alat skrining HIV dengan merek OraQuick HIV -1/2 memiliki 99,87% specifity. Spesifitas melihat seberapa baik alat dalam menilai seseorang benar-benar sakit atau tidak. Angka ini menunjukkan seberapa baik alat dalam menilai apakah seseorang benar-benar sakit. Dalam bahasa mudah, alat ini akurat.
Apakah Dengan Alat Ini Berarti Cairan Mulut Bisa Menularkan HIV?
Tidak. Cairan mulut atau air liur tidak bisa menularkan HIV. Alat skrining ini mendeteksi antibodi alami tubuh yang muncul akibat adanya virus HIV di dalam tubuh kamu.
Sumber: www.skrininghivmandiri.id
No comments:
Post a Comment